PANCER begitu kebanyakan orang memanggilku. Aku bertempat di kecamatan puger kabupaten jember povinsi jawa timur. Aku cantik namun aku tersisih. Aku cantik namun aku dibilang kurang menarik. Aku dipandang sebelah mata karna pasirku hitam. Meski aku bertempat agak jauh dari keramaian namun apa kau tak melihat jika kau berdiam disini, kau bisa ku suguhkan SABANA, SUNRISE, SUNSET, SANTAI, OMBAK dan BEBATUAN menarik dalam satu tempat. Aku adalah produk wisata yang tertinggal karena tak terkelola, aku juga hidup di warga yang kurang mengerti betapa menguntungkannya jika aku dirawat bersama, sehingga menjadikan aku kelihatan agak kumuh dan juga banyak sampah yang berserakan, bahkan seandainya warga mengerti betapa menguntungkannya aku, mereka bisa berpendapatan dari aku lewat Hotel, Kedai, atau bahkan jual ikan bakar hasil tangkapan mereka. Tetapi kini aku mulai senang, karena aku mulai mendapat...
Nelayan di daerah pesisir puger pada prinsipnya dibedakan menjadi tiga yakni nelayan besar dengan jumlah awak kapal antara 25 – 35 orang, nelayan sedang dengan jumlah awak kapal 20 -25 orang, dan nelayan kecil dengan jumlah awak kapal anatar 2 – 5 orang. Secara garis besar jumlah nelayan di daerah puger di dominasi oleh nelayan kecil dengan kapasitas 5 GT, dan sebagian besar dari masyarakat nelayan di puger mayoritas adalah buruh kapal yang tidak memiliki kapal sendiri. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar nelayan tradisional yang menggunakan perahu jukung atau perahu fibreglass hidupnya belum sejahtera, bahkan tidak sedikit yang hidup dibawah garis kemiskinan. Hal ini dapat terlihat dari kondisi perekonomian dan sosial masyarakat yang belum juga menunjukkan titik terang. Masyarakat nelayan puger harus senantiasa berperang dengan kemelut dan desakan perekonomian saat musim paceklik tiba, sehingga bukan menjadi sebuah rahasia lagi jika mereka haru...
Pantai Pancer Puger Pelabuhan Puger Begitu cantiknya alam yang kita punya, jika kita bisa melihatnya dengan kaca mata cinta. Dengan kaca mata cinta inilah kita bisa berbangga diri pada dunia bahwa kita kaya, dan kita harus berbangga diri bahwa kita juga punya alam yang sangat indah. Didunia yang penuh selfie - selfie ini, semoga kita tak pernah mengabaikan alam kita untuk mempublikasikannya. Lihatlah dengan kaca mata cinta, niscaya kan kau dapati bahwa alam kita tak hanya menunjukkan cantiknya disiang hari, bahkan dimalam haripun dia juga menampakkan kecantikannya. Walau terkadang dia terabaikan, tapi dia selalu memberikan wajah cantiknya pada kita semua. Saatnya kita bangga, saatnya kita bersyukur, saatnya kita katakan pada dunia bahwa di desaku Puger tercinta juga memiliki keindahan yang kalian miliki.
Komentar
Posting Komentar